DIKIT – DIKIT MARAHAN SAMA PASANGAN ATAU MUNGKIN CENDERUNG GA AKUR DAN BERBEDA PENDAPAT

HATI- HATI ITULAH INDIKASI AKAN TERJADINYA PERCERAIAN !

(Perhatikan fakta mengejutkan dari Kementrian Agama data statistik angka perceraian di Indonesia) 

Mungkin di dalam hati, Anda berpendapat bahwa perceraian faktor utamanya diakibatkan oleh kondisi finansial suami padahal hal ini keliru.

Menurut Fakhrurozi selaku petugas di pengadialan agama jakarta bahwa penyebab terbesar perceraian adalah  tidak harmonisnya hubungan kounikasi dengan pasangan. Bahkan banyak juga pasangan dari kalangan ekonomi atas yang memutuskan untuk bercerai maka kondisi keuangan bukanlah penyebab utama

Dan itu merupakan data terakhir tahun 2015 tahun ini jumlah angka perceraian sudah lebih besar lagi.

AWALNYA SAYA TAK TAHAN HIDUP BERSAMA PASANGAN DAN SUDAH KUPUTUSKAN UNTUK BERCERAI 

Perceraian merupakan suatu perbuatan yang di halalkan akan tetapi dibenci oleh Allah SWT tapi dibenci coba Anda bayangkan ikatan suci yang dulu pernah diucapkan oleh anda bersama pasangan yang berjanji akan hidup bersama hingga akhir hayat tapi nyatanya malah akan berakhir begitu saja.

Dulu pas jaman pacaran saya bersama pasangan hubungan komunikasi baik – baik saja pas sudah menikah dan berkeluarga entah kenapa saya sering cek cok beda pendapat, dikit – dikit berantem, saya ga mau mengalah karena memang “benar” dan pasangan juga ga mau mengalah padahal sudah jelas salah.

Memang benar jika marahan antara pasangan suami istri adalah hal yang wajar akan tetapi jika terjadi selama berkali kali maka mempertahankan ikatan suci suami istri tak ada gunanya dan sudah kuputuskan untuk bercerai, lalu bersiap mengajukan gugatan ke pengadilan agama, dan siap untuk menanggung segala resikonya.

Memang benar jika marahan antara pasangan suami istri adalah hal yang wajar akan tetapi jika terjadi selama berkali kali maka mempertahankan ikatan suci suami istri tak ada gunanya dan sudah kuputuskan untuk bercerai, lalu bersiap mengajukan gugatan ke pengadilan agama, dan siap untuk menanggung segala resikonya.

Banyak dampak negatif yang harus dihadapi dan belum lagi kalau nanti sudah berpisah dengan pasangan anak menjadi korban bingung memilih untuk ikut ayah atau ibunya, kondisi psikologis anak terganggu karena ejekan temannya mengenai perceraian orang tuanya, lebih parahnya lagi omongan tetangga serta keluarga besar anda yang terus menerus mengungkit perceraian anda

ALHAMDULILLAH SEKARANG HUBUNGAN SAYA BERSAMA PASANGAN SUDAH SEPERTI PENGANTIN BARU  

Dulu saya berpikir seperti itu untuk menceraikan pasangan sampai pada akhirnya saya menemukan solusi mudah dan praktisnya menggunakan buku “RTDK” karya ustad abdul somad setelah mempraktekan buku tersebut alhamdulillah hubungan saya bersama pasangan menjadi lebih baik lagi ga pernah berantem, saling mengerti satu sama lain, komitmen untuk mengucapkan berkata baik kepada pasangan, dan berjanji hidup bersama  sampai akhir hayat

Sayang sudah makan belum ?

Makasih ya sudah mau hidup bersama denganku ^_^

Dan seringkali di saat lengah tiba – tiba pasangan memeluk dari belakang hangat banget terasa baru nikah hari ini ^_^

Saling terenyum dan saling menatap setiap saat

Dan banyak hal positif lainnya sekarang dirumah bersama pasangan menjadi lebih menyenangkan seperti pengantin baru dan terasa hidup bagaikan di surga 

Dari kejadian itu saya sadar bahwa pertengkaran dengan pasangan bisa di atasi dan sekaligus juga bisa menghindari perceraian.

Setelah saya membaca dan mempraktekkan buku “RTDK” alhamdulillah hubungan bersama pasangan menjadi lebih baik lagi dan akur seperti pengantin baru dan tak pernah bertengkar lagi.

Namun saya sadar banyak orang lain juga mengalami masalah yang sama (mungkin Anda salah satuya).

Memperkenalkan Buku Exclusive “RTDK” Karya Ustad Abdul Somad

Banyak orang yang mendapatkan manfaat setelah membaca Buku yang diterjemahkan oleh Ust. Abdul Somad ini…

Buku Original dari Penerbit

Tetapi karena peminatnya banyak maka kami hanya memprioritaskan pengiriman untuk yang pesan lebih awal..

Jangan sampai telat ya…
Jika stoknya habis, akhi dan ukhti harus menunggu berminggu-minggu untuk dicetak lagi!!